SURABAYA jawinews.my.id - Suasana hangat penuh keakraban terlihat dalam kegiatan “Cangkrukan Hukum Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam Secara Mandiri” yang digelar di Grha OSS Center, Surabaya, Jawa Timur. Acara yang berlangsung dengan nuansa santai namun penuh edukasi ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus menambah wawasan masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh lingkungan, serta para tamu undangan yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Dalam acara itu dibahas berbagai langkah penanggulangan bencana alam secara mandiri, mulai dari kesiapan keluarga, penyelamatan diri saat terjadi bencana, hingga pentingnya menjaga solidaritas antarwarga dalam kondisi darurat.
Ketua penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi hukum sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih sigap menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja. Selain itu, masyarakat juga diajak memahami pentingnya gotong royong dan komunikasi antarwarga demi menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana.
Acara cangkrukan hukum tersebut dikemas secara interaktif dengan sesi diskusi santai dan tanya jawab. Para peserta terlihat aktif berbagi pengalaman terkait penanganan bencana di lingkungan masing-masing. Tidak hanya membahas teori, kegiatan ini juga memberikan pemahaman praktis mengenai tindakan awal penyelamatan diri dan keluarga ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui kegiatan yang mengusung tema merajut ukhuwah bersama ini, diharapkan hubungan persaudaraan antarwarga semakin erat. Kebersamaan dan kepedulian sosial dinilai menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk saat terjadi bencana alam. Semangat saling membantu dan menjaga lingkungan terus digaungkan selama acara berlangsung.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya edukasi hukum serta kesiapan mandiri dalam menghadapi bencana alam. Acara yang berlangsung di kawasan Wonokromo tersebut menjadi contoh positif bagaimana silaturahmi, edukasi, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan demi menciptakan masyarakat yang tangguh dan harmonis.
Penulis : Inuk.s
